Tampilkan postingan dengan label manajemen investasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label manajemen investasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Mei 2010

Tugas Akhir Manajemen Investasi Versi 2009

Objek penelitian pada studi kasus dalam tugas ini adalah saham-saham yang tercatat di Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan termasuk dalam 45 saham dengan likuiditas tinggi atau saham-saham yang termasuk dalam Indeks Likuiditas Bursa Efek Jakarta (LQ-45). PT Bursa Efek Indonesia mengevaluasi saham-saham yang masuk dalam jajaran LQ45 yang selalu di evaluasi setiap 6 bulan sekali berdasarkan kriteria emiten.
you all can click here for more
http://www.4shared.com/document/PDVaF4tg/tugas_akhir.html

Waktu ambil matakuliah nie..serasa dah jadi kaya' orang tajir aja....
BERUANG.....
Pkok sip bgt....

Selasa, 23 Juni 2009

OBLIGASI



Obligasi (bond) adalah surat berharga atau sertifikat yang berisi kontrak antara pemberi pinjaman (dalam hal ini pemodal) dengan yang diberi pinjaman (emiten). Memiliki obligasi sama halnya dengan melakukan deposito berjangka akan tetapi deposito tidak dapat diperjualbelikan, sedangkan obligasi dapat diperjualbelikan. Obligasi memberikan pendapatan yang tetap, yaitu berupa bunga yang merupakan penghasilan utama dari obligasi dan dibayarkan dengan jumlah yang tetap pada waktu yang ditetapkan, misalnya setiap 3 bulan, 6 bulan atau satu tahun sekali. Capital gain obligasi juga bisa didapat jika pemegang obligasi saat melakukan pembelian mendapatkan diskon. Capital gain dari diskon baru akan diterima jika pemegang obligasi tidak menjual obligasinya hingga jatuh tempo.


Obligasi merupakan surat tanda hutang jangka panjang yang diterbitkan oleh perusahaan atau pemerintah. Dengan membeli obligasi, pemilik obligasi berhak menerima bunga dan harga nominalnya pada waktu obligasi jatuh tempo. Misalkan suatu obligasi dengan nilai nominal 1 juta mempunyai coupon rate 18% dalam jangka waktu 5 tahun. Pemilik obligasi akan menerima bunga 18% dari nominal pokok 1 juta pertahun selama 5 tahun. Pada tahun ke lima pemilik obligasi akan menerima bunga beserta pokok pinjamannya.

Portfolio Optimal dengan menggunakan Two-Fund Theorem, MVEP, CAPM dan Multi-Objective

Dalam dunia investasi, ada sebuah pepatah terkenal yang berbunyi “janganlah menaruh semua telur ke dalam satu keranjang”. Pepatah atau prinsip ini jika kita cermati, mengandung kebenaran yang dapat dipertanggungjawabkan. Alasannya adalah jikalau keranjang tersebut jatuh, maka semua telur yang ada dalam keranjang tersebut akan pecah. Dalam konteks investasi, ajaran tersebut dapat diartikan sebagai “janganlah menginvestasikan semua dana yang kita miliki hanya pada satu aset saja, karena jika aset tersebut merugi, maka semua dana yang telah kita investasikan akan merugi juga”. Prinsip di atas bisa juga diterapkan pada kehidupan sehari-hari yang lebih dekat dengan kita, “janganlah menaruh semua uang kita pada satu rekening bank saja”. Kita pernah melihat beberapa bank bangkrut, sementara itu hak-hak nasabahnya tidak diperhatikan sama sekali.
Prinsip di atas, mendorong investor untuk menginvestasikan dananya pada beberapa asset, atau dengan kata lain investor membentuk suatu portofolio optimal yang merupakan kombinasi atau kumpulan dari beberapa saham yang terpilih untuk mendapatkan return yang setinggi-tingginya atau mendapatkan return tertentu dengan risiko sekecil-kecilnya.
lihat STUDI KASUS