Selasa, 29 September 2009

Klaim


Proses pemeriksaan klaim dimulai ketika claimant ( orang yang mengajukan klaim) atas manfaat polis memberitahu perusahaan asuransi bahwa tertanggung telah meninggal. Biasanya orang yang mengklaim manfaat polis asuransi jiwa setelah kematian tertanggung adalah primary beneficiary dari polis.

Formulir Klaim Setelah menerima pemberitahuan mengenai kematia tertanggung, perusahaan asuransi biasanya memberikan sebuah formulir klaim kepada claimant dimana claimant memberikan informasi yang diperlukan oleh perusahaan asuransi untuk memulai proses klaim.


Bukti Kerugian Bersamaan dengan formulir klaim, claimant harus memberikan bukti klaimnya kepada perusahaan asuransi atau dengan kata lain claimant memberikan bukti kepada pjerusahaan bahwa orang yang diasuransikan dengan polis tersebut telah meninggal. Biasanya bukti tersebut dalam bentuk surat keterangan kematian dari dokter atau, petugas pemeriksaan mayat, ataupun dari rumah sakit. setelah claimant menyerahkan formulir klaim dan dokumen proof of loss, perusahaan asuransi mulai mengevaluasi klaim tersebut.


Proses Pemeriksaan Klaim Karyawan yang bertanggung jawab terhadap proses pemeriksaan klaim biasanya disebut sebagai claim examiner, claim approver, claim analyst, atau claim specialist.
Dalam memproses membayar suatu klaim, claim examiner akan :
1. menentukan status polis,
2. melakukan verifikasi identitas tertanggung,
3. melakukan verifikasi bahwa telah terjadi kerugian atas tertanggung,
4. melakukan verifikasi bahwa kerugian tersebut ditanggung oleh polis,
5. menentukan siapa yang berhak mendapat manfaat polis, dan
6. menentukan jumlah manfaat yang harus dibayarkan. Kita akan membahas setiap langkah dalam proses pemeriksaan klaim tersebut.

Jenis Resiko

Risiko muncul apabila ada ketidakpastian mengenai masa depan. Perorangan maupun perusahaan menghadapi dua macam resiko yaitu:


1. Speculative risk (risiko spekulatif) memiliki kemungkinan hasil: rugi, untung atau tidak ada perubahan. Contohnya, pada saat anda membeli saham, anda berspekulasi bahwa nilai saham tersebut akan naik dan anda akan memperoleh laba dari investasi anda. Namun anda juga tahu bahwa nilai saham tersebut dapat jatuh dan bahwa anda akan kehilangan seluruh atau sebagian dari nilai uang yang anda investasikan. Terakhir anda tahu bahwa nilai saham dapat tidak berubah, anda tidak kehilangan maupun memperoleh laba dari uang yang anda investasikan.

2. Pure risk (risiko murni) tidak memiliki kemungkinan untuk mendapat keuntungan; timbul kerugian atau tidak timbul kerugian. Contoh dari risiko murni adalah kemungkinan bahwa anda akan mendapat cacat. Jika anda tidak bisa bekerja, anda akan mengalami kerugian financial. Sebaliknya jika tidak pernah mengalami cacat, maka anda tidak mengalami kerugian dari resiko tersebut. Kemungkinan kerugian financial tersebut tanpa kemungkinan untuk mendapatkan keuntungan-risiko murni- adalah satu-satunya risiko yang dapat diasuransikan.


    Selasa, 11 Agustus 2009

    UNDERWRITING


    Setiap orang yang pernah tertarik ataupun yang sudah membeli program asuransi, pasti pernah mendengar istilah Underwriting. Istilah ini bukan untuk asuransi jiwa saja, tetapi berlaku juga untuk keseluruhan industri asuransi. Ada beberapa jenis underwriting yang dilakukan dalam asuransi, antara lain Medical Underwriting& Financial Underwriting.

    Underwriting, yang bisa disebut juga dengan risk selection, adalah suatu fungsi manajemen risiko asuransi yang bertugas atas seleksi dan klasifikasi risiko yang dimiliki oleh calon tertanggung perorangan maupun kumpulan. Dengan kata lain, underwriting berfungsi untuk menilai tingkat risiko yang dimiliki seorang calon nasabah, baik perorangan maupun kumpulan, serta memberi keputusan yang berhubungan dengan pertanggungan atas risiko tersebut. Sedangkan orang yang mengevaluasi berbagai risiko serta menentukan diterima tidaknya surat permohonan asuransi disebut dengan Underwriter.

    Tujuan underwriting adalah menyeleksi dan mengklasifikasikan calon tertanggung sesuai tingkat risikonya masing-masing untuk menjadi bagian dari portofolio perusahaan dan menentukan kondisi khusus seperti ekstra premi karena kesehatan atau pengecualian sesuai dengan tingkat risiko yang akan menjadi bagian dari portofolio. Seorang tertanggung yang memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi, harus membayar premi pertanggungan yang lebih tinggi pula.

    Keputusan awal tentang klasifikasi risiko dan jumlah premi yang layak untuk dibebankan terhadap risiko-risiko yang diterima adalah tugas agen sebagai seorang underwriter di lapangan (Field Underwriter). Selanjutnya jika calon nasabah sudah mengisi formulir, maka tugas underwriter di kantor asuransi yang akan menilainya. Mereka harus mampu melakukan proses underwriting dengan adil, dalam arti menerima atau menolak asuransi sesuai dengan evaluasi terhadap risiko yang dilakukan. Prosedur dalam underwriting melalui beberapa tahapan.

    Dalam mengisi formulir asuransi, ada beberapa informasi yang harus diberikan oleh calon nasabah, seperti informasi tentang riwayat kesehatan, pekerjaan, status keuangan, dan geografi. Dari empat faktor tersebut, aspek geografi yang paling jarang diberlakukan, karena ini hanya untuk mereka yang berasal dari area yang tinggi risikonya. Keputusan underwriting yang efektif memungkinkan perusahaan asuransi untuk menerbitkan polis yang adil dan memberikan jaminan manfaat bagi pemegang polis, terjangkau oleh si pembeli dan tidak merugikan perusahaan asuransi.

    Rabu, 24 Juni 2009

    NGITUNG PREMI

    Rama (30) dan Sinta (25) mengikuti asuransi joint life berjangka 5 tahun dengan pembayaran satunan sebesar 10.000 yang diberikan kepada ahli waris dari siapa saja di antara mereka yang meninggal terlebih dahulu. Apabila diketahui i = 6% dan mortalitas mengikuti ILT. Hitunglah:
    1. Premi sekali bayar untuk program asuransi mereka itu.
    2. Premi Rama dan premi Sinta pada single life, kemudian bandingkan lebih mahal mana diantara premi Rama dean Sinta
    3. Premi untuk life survival

    lihat jawaban

    Selasa, 23 Juni 2009

    Lingkup Pekerjaan Aktuaris


    * Asuransi Jiwa
    * Asuransi Umum/Kerugian
    * Kesehatan
    * Pensiun
    * Manfaat Karyawan
    * Kebijakan Sosial
    * Keuangan, Investasi dan Manajemen Resiko

    Tentang Aktuaris

    Siapa itu aktuaris?
    Aktuaris adalah seorang ahli yang dapat mengaplikasikan ilmu keuangan dan teori statistik untuk menyelesaikan persoalan-persoalan bisnis aktual. Persoalan ini umumnya menyangkut analisa kejadian masa depan yang berdampak pada segi finansial, khususnya yang berhubungan dengan besar pembayaran di masa depan dan kapan pembayaran dilakukan pada waktu yang tidak pasti.

    Secara umum, aktuaris bekerja di bidang : konsultasi, perusahaan asuransi jiwa, pensiun, dan investasi. Aktuaris juga sedang merambah di bidang-bidang lainnya, dimana kemampuan analitis diperlukan.

    Profesi Aktuaris di Indonesia
    Gelar aktuaris di Indonesia diberikan oleh Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI) setelah seorang individu menempuh 10 mata ujian yang diujikan.

    Pada umumnya aktuaris di Indonesia memiliki latar belakang pendidikan dari FMIPA Matematika maupun Statistika. Tetapi ada sedikit yang berasal dari disiplin lain.

    Aktuaris di Indonesia banyak bekerja di perusahaan asuransi jiwa, sedangkan sisanya bekerja di dana pensiun, konsultan aktuaria, dan saat ini merambah ke dunia investasi.

    Mata Kuliah yang diambil Semester II

    Di semester II ini Dev cuma bisa ngambil 15 SKS, yaitu:
    1. Metode Statistika Aktuaria Dr. Dedi Rosadi, M. Sc.
    2. Pembentukan Tabel Mortalita Dr. Danardono, MPH
    3. Manajemen Investasi Dr. Abdurakhman, M. Si
    4. Operasional Perusahaan Adhitya Ronnie Effendie, M.Sc
    5. Kerja Praktek Tim
    masing-masing 3 SKS. Dev ngambil 3 SKS lagi tapi statusnya SIT IN yaitu Matematika Aktuaria II.